Esai
ESSAY – Pernyataan Presiden Amerika mengenai Yerussalem sebagai ibu kota Israel.
Baru-baru ini dunia telah digegarkan oleh pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikan- Donald Trump mengenai Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini tentu saja menyulut kemarahan kaum muslim diseluruh dunia yang menganggap bahwa keputusan yang di ambil Presiden Amerika sama saja membela para sekutu. Bahkan para petinggi dunia menganggap Presiden Amerika ini menyalahi pesan perdamaian dunia yang telah disepakati. Mereka berpendapat bahwa keputusan yang di ambil Donald Trump hanya menimbulkan konflik baru bukan menyelesaikan konflik yang telah ada.
Donald Trump sendiri beranggapan bahwa yang dilakukannya ini merupakan salah satu kampanye dalam perjanjian presiden-presiden sebelumnya yang belum terlaksana. Jadi, ia hanya menjalannkan apa yang belum dilaksanakan oleh presiden-presiden Amerika sebelumnya. Sebab menurut Trump beranggapan bahwa Israel berhak menentukan ibu kota negara sendiri.
Dari pihak Amerika sendiri berpendapat bahwa yang dilakukan Trump tidak ada maksud apapun. Ada spekulasi bahwa Trump mencoba untuk mengincang segalanya sebagai taktik untuk mempersiapkan dasar baru bagi perundingan damai.
Namun banyak bukti lain yang menunjukkan bahwa Trump sekedar berfokus pada janji kampanye kepada orang Yahudi Amerika pro Israel dan Kristen evangelis yang merupakan pendukung kuatnya.
Tentu saja pengumuman yang disampaikan Trump itu sudah tentu memicu reaksi keras dari para sekutu arab.
Yerussalem adalah kota suci bagi tiga agama di dunia. Sebagaimana yang kita ketahui Yerussalem sendiri memiliki nilai yang penting bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi. Dan mereka menentang keputusan Trump mengenai kedudukan Yerussalem sebagai ibu kota Israel.
Seorang perempuan mantan juru runding Palestina berkata “Kami adalah orang Kristen yang asli”.
“Kami kami adalah pemilik Tanah itu, kami adalah rakyat yang telah berada di sini selama berabad-abad. Berani-beraninya mereka datang ke sini dan menyodorkan risalah injil dan posisi-posisi absolut begitu pada saya!!”
Ia merasa geram dan meranggapan apa yang dilakukan Trump itu hanya untuk memainkan kartu Kristen dengan resepsi di Capitol Hill denag bertemakan Betlehem dan mengataskan motto. “Yesus adalah hadiah dari Palestina”
Entah bagaimana kelanjutan dari masalah ini bermuara. Namun sebagai seorang muslim kita harus ikut membela kemerdekaan orang-orang Palestina. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa yang telah dilakukan oleh Trump sudah keluar dari janji perdamaian dunia.
Minggu 17 Desember 2017
Baru-baru ini dunia telah digegarkan oleh pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikan- Donald Trump mengenai Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Hal ini tentu saja menyulut kemarahan kaum muslim diseluruh dunia yang menganggap bahwa keputusan yang di ambil Presiden Amerika sama saja membela para sekutu. Bahkan para petinggi dunia menganggap Presiden Amerika ini menyalahi pesan perdamaian dunia yang telah disepakati. Mereka berpendapat bahwa keputusan yang di ambil Donald Trump hanya menimbulkan konflik baru bukan menyelesaikan konflik yang telah ada.
Donald Trump sendiri beranggapan bahwa yang dilakukannya ini merupakan salah satu kampanye dalam perjanjian presiden-presiden sebelumnya yang belum terlaksana. Jadi, ia hanya menjalannkan apa yang belum dilaksanakan oleh presiden-presiden Amerika sebelumnya. Sebab menurut Trump beranggapan bahwa Israel berhak menentukan ibu kota negara sendiri.
Dari pihak Amerika sendiri berpendapat bahwa yang dilakukan Trump tidak ada maksud apapun. Ada spekulasi bahwa Trump mencoba untuk mengincang segalanya sebagai taktik untuk mempersiapkan dasar baru bagi perundingan damai.
Namun banyak bukti lain yang menunjukkan bahwa Trump sekedar berfokus pada janji kampanye kepada orang Yahudi Amerika pro Israel dan Kristen evangelis yang merupakan pendukung kuatnya.
Tentu saja pengumuman yang disampaikan Trump itu sudah tentu memicu reaksi keras dari para sekutu arab.
Yerussalem adalah kota suci bagi tiga agama di dunia. Sebagaimana yang kita ketahui Yerussalem sendiri memiliki nilai yang penting bagi umat Islam, Kristen dan Yahudi. Dan mereka menentang keputusan Trump mengenai kedudukan Yerussalem sebagai ibu kota Israel.
Seorang perempuan mantan juru runding Palestina berkata “Kami adalah orang Kristen yang asli”.
“Kami kami adalah pemilik Tanah itu, kami adalah rakyat yang telah berada di sini selama berabad-abad. Berani-beraninya mereka datang ke sini dan menyodorkan risalah injil dan posisi-posisi absolut begitu pada saya!!”
Ia merasa geram dan meranggapan apa yang dilakukan Trump itu hanya untuk memainkan kartu Kristen dengan resepsi di Capitol Hill denag bertemakan Betlehem dan mengataskan motto. “Yesus adalah hadiah dari Palestina”
Entah bagaimana kelanjutan dari masalah ini bermuara. Namun sebagai seorang muslim kita harus ikut membela kemerdekaan orang-orang Palestina. Karena sebagaimana yang kita ketahui bahwa yang telah dilakukan oleh Trump sudah keluar dari janji perdamaian dunia.
Minggu 17 Desember 2017
Komentar
Posting Komentar