Surat cinta untuk saudaraku

Nama : Baiti Najihah
Kelompok : 3 (Ibnu Haitami)
Tugas dari : Koor Divisi BJMP

Surat Cinta untuk Saudaraku, Palestina
Apa yang pertama kali telintas dan terbayang dalam benak kita ketika nama Palestina disebut? Penindasan? Ketidakadilan? Perampasan kemerdekaan? Benar. Selama berpuluh-puluh tahun Palestina telah kehilangan wajah ceria dan senyumnya sejak Israel dengan kejamnya mengambil sedikit demi sedikit wilayah Palestina. Seolah keadilan tidak pernah berpihak pada Palestina, setelah mereka mengambil wilayah yang dimiliki oleh Palestina, dengan kejamnya mereka menyerang dan membunuh orang-orang Palestina yang tidak bahkan dunia seolah-olah bungkam. Dunia hanya bisa melihat dan menonton keberingasan Israel terhadap Palestina.
Baru-baru ini, Trump selaku Presiden Amerika Serikat telah mengumumkan bahwa Jerusslam adalah ibukota dari Israel yang menimbulkan kemarahan umat islam di seluruh dunia. Trump seolah tidak peduli dengan akibat dari perbuatan yang telah dilakukannya. Dengan keputusan itu, Israel semakin membabi buta menyerang Palestina, mereka bahkan menodongkan senjata kepada anak-anak Palestina. Begitu banyak kaum muslimin diseluruh dunia, tetapi tidak berdaya untuk mengehentikan kekejaman itu, dunia hanya bisa mengecam tanpa bisa berbuat banyak. Padahal, semua umat islam adalah mayoritas, tetapi tidak mampu untuk menolong saudara seagamanya. PBB bahkan tidak bisa berbuat banyak, karena memang pada kenyataannya pemegang kendali terbesar PBB adalah Amerika Serikat.
Tidak bisa dipungkiri, kebenaran hadits Rasulullah tentang keadaan akhir zaman yang mengatakan bahwa umat islam itu banyak tetapi seperti buih dilautan, terombang-ambing kesana kemari dengan mudahnya. Namun, dengan kejadian ini, telah membuka mata umat islam yang tertidur tentang pentingnya persatuan umat diseluruh dunia.
Kebangkitan dari umat islam, itulah ketakutan terbesar bagi Amerika Serikat dan Israel. Ketika umat islam bangkit dan bersatu maka Israel bahkan Amerika Serikat tidak akan berani mengusik umat islam,
Berdasarkan sejarah, dulunya Israel bukanlah negara karena tidak memiliki wilayah, pada tahun 1896, ketika Theodore Herzl ingin membeli tanah Paletina seharga 150 Poundsterling. Namun saat itu, ketika umat islam dipimpin oleh Abdul Hamid II, beliau tidak mau menjual karena itu merupakan tanah umat islam. Beliau mengatakan selama beliau masih hidup beliau tidak akan pernah menjual tanah umat islam kepada yahudi.
Teruntuk saudaraku Palestina, maafkan ketidakberdayaan saudaramu ini, tetapi suatu saat nanti akan tiba masanya islam di atas segala-galanya, sampai puncak kejayaan itu datang bersabarlah sebentar lagi, sebentar saja.
Teruntuk saudaraku Palestina, terima kasih selama ini telah menjaga Al-Quds yang suci. Kucuran keringat dan darah syahidmu akan menjadi saksi betapa keras perjuanganmu di hadapan Tuhan.

Komentar