Trump

Nama : Sofia Dharmayanti
Kelomok : 10 (Ibnu Qoyyim)
Bentuk tulisan : Opini
Tema : Trump

Seorang warga Amerika yang selalu memiliki banyak kontraversi baik sebelum dan sesudah masa kepemimpinannya. Padahala orang berpendidikan tinggi tapi rasa belas kasihan dan toleransinya sangat kecil. Banyak warga dunia yang tidak menyukai tingkah lakunya. Tapi juga tidak sedikit yang mendukung tingkah Trump tersebut.
Dari banyak sumber berita yang say abaca, banyak orang yang tidak menyukai perilaku dan perlakuan Trump serta aksi-aksinya. Ini patut dipertanyakan. Apakah Trump tidak menggunakan hati dan matanya dalam memutuskan sesuatu. Hanya melihat hal yang berdampak baik pada diri dan negaranya tapi tidak melihat dampak dan pengaruh buruk yang akan terjadi pada Negara lain.
Saya salah satu orang yang tidak menyukai Trump. Caranya yang membuat umat Islam yang hiduo di Amerika terancam dan tersa diasingkan. Dia berpendidikan tapi tak menggunakan nilai dan arti pendidikan tersebut. Marah, iya. Itu yang saya rasakan saat ini. Dan mungkin itu juga yang banyak dirasakan oleh umat Islam yang lain. Perilaku dan gaya kepemimpinannya menurut saya sangat tidak dapat dicontoh. Dia membuat keputusan yang memilki dampak pada Negara lain dan menjadi perdebapat disetiap pihak. Berbagai kecaman, kritik dan pendapat tentang Trump sudah mulai banyak. Itu menandakan apa yang sudah dilakukan Trump banyak orang yang tidak menyetujuinya. Mengutip dari suatau sumber saya mendapatkan ucapan-ucapan Trump yang menjadi kontraversi.“Ngonoo.com menyebutkan berikut kami berhasil merangkum beberapa pernyataan Donald Trump yang menjadi kontraversi:
Donald Trump melarang umat Islam datng ke Amerika.
Memberi tanda pengenal khusus untuk orang muslim.
Menutup seluruh masjid yang ada di Amerika.
Mendeportasi 11 juta orang Hispanik yang tidak memiliki dokumen lengkap.
Hina imigran asal Meksiko.
Menghina seorang wanita pembawwa acara televise Fox News.
Mengusur wartawan keturunan Meksiko saat sesi wawancara sedang berlangsunng.
Mencela wajah kandidat calon presiden Carly Fiorina saat debat kedua calon presiden.
Mencela gaya rambut terbaru Hillary Clinton.
Menentang dan tidak mendukung Barack Obama sebagai Presiden AS.”
Itulah hal-hal yang dilakukan Trump yang menjadi kontraversi. Bukan hanya pada warga Negara lain tapi pada warga negaranya terutama mantan presiden AS sendiri yang terkenal dengan kepemimpiannya yang bijak. Saya sangat kecewa dengan tindakan Trump yang tak mencerminkan diri sebagai seorang pemimpin.
Dan baru-baru ini dunia dikagetkan dengan olah barunya yang menjadikan dunia gempar dan menjadi pembbicaraan hangat dipenghujung tahun. Berita yang menyangkut Palestina dan Israel. Yakni, membuat Yerussalem sebagai ibu kota Israel. Sebuah tindakan yang tidak manusiawi dan membuat warga Negara Palestina berduka. Dan bukan hanya warga Palestina tapi seluruh umat Islam pasti merasakan apa yang dirasakan oleh Negara Gaza tersebut. Dan mungkin orang yang tak beragama Islam yang masih memilki hati nurani juga merasakan kesedihan atas apa yang telah dilakukan oleh Trump.
Trump orang yang memilki agama. Tapi rasa tolerannya terhadap agama lain pasti sudah hilang. Itu yang saya rasakan. Bagaimana tidak. Apa yang dia lakukan sudah membuat seluruh dunia kecewa terutama umat yang memilki toleransi tinggi pada agama lain. Apakah dengan menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel adalah jalan baik. Menurut saya itu tidak. Apakah Trump tidak melihat apa saja yang membuat warga Palestina begitu mempertahankan Yerussalem dengan rela mati demi melindungi kota tersebut. Kekejaman yang engkau lakukan akan mendatangkna kekejaman yang lebih kejam pada dirimu sendiri. Itu menurut saya akan terjadi pada Trump.
Saya masih tidak habis pikir dengan apa yang telah dilakukan Trump. Warga Palestin yang begitu kuat mempertahankan Yerussalem malah dibuat berduka dengan keputusannya tersebut. Apa Trump tidak melihat bagaimana perjuangan warga Palestin untuk mempertahan Al-Aqsa yanga ada di Yerussalem. Sudah berapa ribu jiwa yang tewas dalam perang melawan Negara Israel. Menurut saya Trump seperti menyulutkan api pada setiap Negara terutama Negara yang memilki jumlah umat Islam yang banyak untuk mengadakan perang, secara tidak langsung.
Penandatanganan dan pernyataannya membuat dunia gempar seketika. Dan saya sekarang mempertanyakan di mana hati nurani Trump. Sebagai seorang presiden yang memilki pendidikan tinggi, berpengetahuan luas dan juga seorang yang beragama. Apakah dia sudah mati rasa dan matanya tertutup dengan hal yang menyenangkan semata. Dan jujur opini yang saya buat ini adalah pernyataan saya yang menunjukan bahwa asaya salah satu orang yang tidak setuju dengan apa yang dilakukan Trump dengan keputusannya menjadikan Yerussalem sebagai ibu kota Israel.

Komentar