Yerussalem, Mahkota yang diperebutkan
Yerusallem, Mahkota yang diperebutkan
Oleh: Maisarah
Dari berabad-abad lalu Yerussalem adalah kota rebutan, dimasa lalu kota ini beberapa kali ditakhlukkan, dihancurkan kemudian dibangun kembali. Yerussalem adalah salah satu kota tertua di dunia dengan tiga tempat suci bagi tiga pemeluk Agama. Islam, Yahudi dan Kristen, kenapa demikian ? sebab ini berhubungan dengan sosok Ibrahim didalam kitab suci masing-masing Agama, bagi umat Islam dikota ini Berdiri bangunan Masjidil Aqsa, sebuah mesjid kebesaran umat Islam tempat ini adalah bagian dari tempat perjalanan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW, yakni nabi bagi umat Islam, dalam kepercayaan Kristen di kota ini pula Yesus di salib tepatnya di bukit Calvary, makamnya berada dalam sebuah Gereja dan makamnya yang kosong menjadi kepercayaan bahwa Yesus dibangkitkan, dalam tradisi Yahudi ada sebuah tembok sisa dari bangunan bait suci yang disebut sebagai tembok ratapan, kaum Yahudi mempercayai bahwa dahulunya tembok ini adalah lokasi batu pondasi awal mula diciptakannya bumi.
Tidak dapat dipungkiri dengan adanya berbagai keberagaman satu sisi menimbulkan warna yang indah bila dipadupadankan sedangkan sisi yang lainnya tak jarang menimbulkan konflik di berbagai bidang. Hal yang paling banyak menjadi sorotan sekarang tepatnya beberapa hari yang lalu Trump penguasa tertinggi Amerika kembali berulah dan menuai berbagai macam kecaman serta kutukan perihal keputusan Trump mengakui ibu kota Israel adalah Yerussalem, padahal jelas Israel adalah bangsa pendatang sedang penduduk asli Yerussalem adalah bangsa Palestina, salah satu sebab yang dirasa tepat sebagai landasan Trump mengumumkan hal ini adalah janji waktu kampanye yang berbunyi “Yahudi Amerika pro-israel” dia menjanjikan kepada Israel tentang wilayah kekuasaannya di tanah Palestina. Setelah dia berhasil menjadi penguasa yang tak lepas dari dukungan Yahudi Amerika, kemudian jelas mereka menuntut janji kampanye tersebut, Trump kemudian mulai lelah dengan banyaknya desakan dari pendukungnya tersebut untuk memenuhi janji dan Trump akhirnya mengiyakan keinginan para pendukungnya sebagai misi balas budi karena sudah terpilih menjadi presiden.
Dunia gempar tak terima, Negara-negara Arab, Asia, bahkan Eropa pun membelalakkan mata melihat tingkah Trump yang terlalu cepat mengambil keputusan, tak kurang penguasa negeri sekelas Kim Jong-un pun angkat bicara sebagai negara yang kerap memanasi-manasi Amerika dengan rencana penembakan bom nuklir, dia mengutuk keras sikap Trump yang dinilainya seperti orang tua yang mengalami dimensia dan tak mencerminkan kebijaksanaan dalam mengelola pikirannya sendiri.
Batas wilayah, situs kebudayaan, agama, ras, suku dan segala macamnya menjadi topik perdebatan yang tak kunjung terselesaikan di Palestina, PPB tak mampu berbuat banyak sebab Amerika yang mendominasi, “hal ini bisa mengganggu stabilitas keamanan dunia” kata Jokowi. Ia kemudian mengatakan pada PPB dan OKI (organisasi konferensi Islam) untuk segera berunding dan menentukan sikap. Mulai dari masyarakat Muslim dunia bahkan kaum toleransi antar beragama pun tak terima dengan hal ini, hal ini bisa saja menjadikan konflik internasional yang berpotensi pertumpahan darah, hal ini tentu mengiris hati lagi, setelah banyaknya konflik yang terjadi tak ada penyelesaian yang pasti, umat Muslim dunia berduka, dan terus menyuarakan demonstrasi pada dunia, membayangkann saudara di tanah seberang tak henti hentinya menderita, mengutip dari bait puisi Taufik Ismail “ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar sapu tangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang di rampas mereka.”
Untuk saudara kita Al-Fatihah..
Hay perkenalkan, saya biasa di sapa dengan nama Sarah dan nama lengkap saya Maisarah kadang banyak orang yang lupa dengan nama saya entah itu karena sudah lama tak bertemu atau memang kami tak begitu saling mengenal kadang mereka menyapa saya dengan sebutan “ Hay” atau sekedar melambaikan tangan, tapi dengan itu saya cukup bahagia kok.
Hobi saya membaca cenderung lebih senang membaca buku non ilmiah, belajar menulis puisi, kadang menyempatkan waktu juga untuk memasak di akhir pekan atau yang paling menyenangkan adalah menikmati sore dengan duduk-duduk santai sedar melepas lelah, bagi saya me time itu penting untuk merenungi segala sesuatu yang sudah di lalui beberapa waktu sebelumnya.
Tentang studi: Sebut saja saya anak rantauan, walau tak begitu jauh di banding mereka yang studi lintas provinsi, saya asli dari daerah Barabai dan jaraknya dari rumah ke Bajarmasin itu lumayan lama sekitar 4 jam kalau di tempuh dengan transportasi umum, bermodal tekat dan dukungan dari orang tua saya mencoba menggapai mimpi saya menjadi seorang mahasiswa yang ingin mengembangkan diri dan terus memperkaya wawasan dengan keilmuan islam dann umum yang mudah-mudahan bisa saya amalkan untuk kehidupan saya dan masyarakat.
Saya mahasiswi psikologi yang baru semester 3 dimana masih abu-abu untuk membedakan perasaan dan logika, Anak kecil yang sedang berproses dalam kehidupan mencari passion yang masih tampak membingungkan, makanya saya rawat jalan di jurusan psikologi islam, tujuan utama saya bukan untuk menjadi konselor bagi orang lain tapi untuk diri saya sendiri, saya ingin mengenal dan berdamai dengan diri sendir. Sekiranya itu saja dari saya terimasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, tentang saya lebih jauh silahkan berkunjung ke akun media sosial, via email : sarahharuyan12@gmail.com , Fb : Sarah Syams, Twitter : peri @MaizuraSarah, IG: SarahSyams.
Oleh: Maisarah
Dari berabad-abad lalu Yerussalem adalah kota rebutan, dimasa lalu kota ini beberapa kali ditakhlukkan, dihancurkan kemudian dibangun kembali. Yerussalem adalah salah satu kota tertua di dunia dengan tiga tempat suci bagi tiga pemeluk Agama. Islam, Yahudi dan Kristen, kenapa demikian ? sebab ini berhubungan dengan sosok Ibrahim didalam kitab suci masing-masing Agama, bagi umat Islam dikota ini Berdiri bangunan Masjidil Aqsa, sebuah mesjid kebesaran umat Islam tempat ini adalah bagian dari tempat perjalanan Isra Mi’raj nabi Muhammad SAW, yakni nabi bagi umat Islam, dalam kepercayaan Kristen di kota ini pula Yesus di salib tepatnya di bukit Calvary, makamnya berada dalam sebuah Gereja dan makamnya yang kosong menjadi kepercayaan bahwa Yesus dibangkitkan, dalam tradisi Yahudi ada sebuah tembok sisa dari bangunan bait suci yang disebut sebagai tembok ratapan, kaum Yahudi mempercayai bahwa dahulunya tembok ini adalah lokasi batu pondasi awal mula diciptakannya bumi.
Tidak dapat dipungkiri dengan adanya berbagai keberagaman satu sisi menimbulkan warna yang indah bila dipadupadankan sedangkan sisi yang lainnya tak jarang menimbulkan konflik di berbagai bidang. Hal yang paling banyak menjadi sorotan sekarang tepatnya beberapa hari yang lalu Trump penguasa tertinggi Amerika kembali berulah dan menuai berbagai macam kecaman serta kutukan perihal keputusan Trump mengakui ibu kota Israel adalah Yerussalem, padahal jelas Israel adalah bangsa pendatang sedang penduduk asli Yerussalem adalah bangsa Palestina, salah satu sebab yang dirasa tepat sebagai landasan Trump mengumumkan hal ini adalah janji waktu kampanye yang berbunyi “Yahudi Amerika pro-israel” dia menjanjikan kepada Israel tentang wilayah kekuasaannya di tanah Palestina. Setelah dia berhasil menjadi penguasa yang tak lepas dari dukungan Yahudi Amerika, kemudian jelas mereka menuntut janji kampanye tersebut, Trump kemudian mulai lelah dengan banyaknya desakan dari pendukungnya tersebut untuk memenuhi janji dan Trump akhirnya mengiyakan keinginan para pendukungnya sebagai misi balas budi karena sudah terpilih menjadi presiden.
Dunia gempar tak terima, Negara-negara Arab, Asia, bahkan Eropa pun membelalakkan mata melihat tingkah Trump yang terlalu cepat mengambil keputusan, tak kurang penguasa negeri sekelas Kim Jong-un pun angkat bicara sebagai negara yang kerap memanasi-manasi Amerika dengan rencana penembakan bom nuklir, dia mengutuk keras sikap Trump yang dinilainya seperti orang tua yang mengalami dimensia dan tak mencerminkan kebijaksanaan dalam mengelola pikirannya sendiri.
Batas wilayah, situs kebudayaan, agama, ras, suku dan segala macamnya menjadi topik perdebatan yang tak kunjung terselesaikan di Palestina, PPB tak mampu berbuat banyak sebab Amerika yang mendominasi, “hal ini bisa mengganggu stabilitas keamanan dunia” kata Jokowi. Ia kemudian mengatakan pada PPB dan OKI (organisasi konferensi Islam) untuk segera berunding dan menentukan sikap. Mulai dari masyarakat Muslim dunia bahkan kaum toleransi antar beragama pun tak terima dengan hal ini, hal ini bisa saja menjadikan konflik internasional yang berpotensi pertumpahan darah, hal ini tentu mengiris hati lagi, setelah banyaknya konflik yang terjadi tak ada penyelesaian yang pasti, umat Muslim dunia berduka, dan terus menyuarakan demonstrasi pada dunia, membayangkann saudara di tanah seberang tak henti hentinya menderita, mengutip dari bait puisi Taufik Ismail “ketika luasan perkebunan jerukmu dan pepohonan apelmu dilipat-lipat sebesar sapu tangan lalu di Tel Aviv dimasukkan dalam file lemari kantor agraria, serasa kebun kelapa dan pohon manggaku di kawasan khatulistiwa, yang di rampas mereka.”
Untuk saudara kita Al-Fatihah..
Hay perkenalkan, saya biasa di sapa dengan nama Sarah dan nama lengkap saya Maisarah kadang banyak orang yang lupa dengan nama saya entah itu karena sudah lama tak bertemu atau memang kami tak begitu saling mengenal kadang mereka menyapa saya dengan sebutan “ Hay” atau sekedar melambaikan tangan, tapi dengan itu saya cukup bahagia kok.
Hobi saya membaca cenderung lebih senang membaca buku non ilmiah, belajar menulis puisi, kadang menyempatkan waktu juga untuk memasak di akhir pekan atau yang paling menyenangkan adalah menikmati sore dengan duduk-duduk santai sedar melepas lelah, bagi saya me time itu penting untuk merenungi segala sesuatu yang sudah di lalui beberapa waktu sebelumnya.
Tentang studi: Sebut saja saya anak rantauan, walau tak begitu jauh di banding mereka yang studi lintas provinsi, saya asli dari daerah Barabai dan jaraknya dari rumah ke Bajarmasin itu lumayan lama sekitar 4 jam kalau di tempuh dengan transportasi umum, bermodal tekat dan dukungan dari orang tua saya mencoba menggapai mimpi saya menjadi seorang mahasiswa yang ingin mengembangkan diri dan terus memperkaya wawasan dengan keilmuan islam dann umum yang mudah-mudahan bisa saya amalkan untuk kehidupan saya dan masyarakat.
Saya mahasiswi psikologi yang baru semester 3 dimana masih abu-abu untuk membedakan perasaan dan logika, Anak kecil yang sedang berproses dalam kehidupan mencari passion yang masih tampak membingungkan, makanya saya rawat jalan di jurusan psikologi islam, tujuan utama saya bukan untuk menjadi konselor bagi orang lain tapi untuk diri saya sendiri, saya ingin mengenal dan berdamai dengan diri sendir. Sekiranya itu saja dari saya terimasih sudah meluangkan waktu untuk membaca, tentang saya lebih jauh silahkan berkunjung ke akun media sosial, via email : sarahharuyan12@gmail.com , Fb : Sarah Syams, Twitter : peri @MaizuraSarah, IG: SarahSyams.
Komentar
Posting Komentar